Monday, September 21, 2020

badai pasti berlalu - Hani

Literasi SMAN 1 Paciran 

Penulis : Lourensia Hani XII IPA 4
Tanggal : 18 September 2020


KISAH WANITA TELADAN


Judul Buku: kisah wanita-wanita teladan
Penyusun: Abdullah Haidir
Editor: Ummu Rumaisha
Perwajah isi dan tata letak: Abdullah Haidir
Penerbit: Kantor dakwah dan bimbingan bagi pendatang, Al Sulay, Riyadh, Saudi Arabia
Cetakan pertama: Rajab 1426 H - Agustus 2005 M

AISYAH binti ABU BAKAR ASH SHIDIQ

 ( badai pasti berlalu)

Hari itu, Rasul SAW mendatangi Aisyah, sedangkan Abu Bakar dan istrinya (para mertua Rasul SAW) berada di dekatnya. Saat itu, wahyu dari Allah SWT belum jua turun. Sehingga, Nabi SAW meminta klarifikasi dari istrinya itu.
Aisyah menegaskan dengan suara yang teramat sedih, dirinya telah difitnah berselingkuh.
"Lalu," kata Aisyah menuturkan, "aku kembali ke kamar dan berbaring di pembaringan. Demi Allah, Rasulullah belum meninggalkan tempat duduknya, dan belum keluar seorang pun dari dalam rumah ini.
"Akhirnya, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW. Aku mengetahui ini karena (tampak) tubuh beliau bergetar. Begitulah keadaan beliau ketika menerima wahyu.
Setelah selesai (menerima wahtu), perkataan pertama yang diucapkan beliau adalah, 'Bergembiralah wahai Aisyah! Allah telah menyatakan kamu tidak bersalah!’
Maka ibuku segera menghampiriku dan berkata kepadaku, ‘Bangun dan hampirilah Rasulullah!’
Aku berkata, “Demi Allah aku tidak mau menghampirinya. Aku hanya memuji Allah, sebab Dialah yang menurunkan pernyataan kesucianku.'"
Wahyu yang dimaksud adalah surah an-Nuur ayat 11-20. Inilah firman-Nya yang membebaskan Aisyah dari segala tuduhan dan fitnah keji.

Literasi by: lourensia hani XII IPA 4
Wali Kelas : Uswatun Hasanah, S.Pd.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan pesan anda.